Candi Plaosan: Simbol Moderasi Beragama di Masa Lalu
DOI:
https://doi.org/10.64163/joccs.v1i1.35Keywords:
Moderasi Beragama, Relief, Candi PlaosanAbstract
Kemampuan integrasi agama dan toleransi dalam arsitektur Candi Plaosan merupakan aspek menarik dari peninggalan Dinasti Syailendra. Candi Plaosan mencerminkan kohesi Budha dan Hindu, dengan relief nya yang menyoroti moderasi beragama saat itu. Dalam keberagaman agama Indonesia, penelitian ini penting untuk memahami pesan religius masa lalu sebagai pengingat masa kini. Penelitian ini mengungkap peran relief Candi Plaosan dalam mencerminkan kerukunan beragama dan dampaknya pada moderasi agama saat ini. Pendekatan yang digunakan kualitatif studi kasus, dengan data dari studi dokumen, observasi, dan wawancara untuk menggali konteks historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinasti Sanjaya (Hindu) dan Syailendra (Buddha) bersatu melalui perkawinan politik, dengan Candi Plaosan sebagai simbol persatuan dan toleransi beragama. Relief Candi Plaosan, seperti kendi, sulur, bleketepe, dan tusuk konde, menggambarkan dualitas agama dan menyampaikan pesan religious kepada masyarakat. Observasi mengungkapkan relief ini dimulai dari kaki candi, melambangkan perpaduan Hindu-Buddha, mencerminkan proses pertobatan, pengakuan Tuhan, dan kehidupan di nirwana. Kesimpulannya, Relief Candi Plaosan mencerminkan toleransi dan kerukuran antara agama Buddha dan Hindu. Interpretasi ini dapat menginspirasi moderasi dan toleransi beragama saat ini.
References
Akhmadi, A. (2019). Moderasi Beragama dalam Keragaman Indonesia. Jurnal Diklat Keagamaan.13(2).
Aji, A. W. (2018) Candi-candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.
Candra U. K. D. & Septaningsih, K.H. (2024). Internalisasi Nilai-Nilai Kebhinekaan Global Dalam Harmoni Kehidupan Dinasti
Sanjaya dan Dinasti Syailendra pada Masa Kerajaan Mataram Kuno untuk Menyongsong Pembelajaran Abad 21. Jurnal
Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial. 4 (9).
Dinastiti, B. & Wijayanti, A. T. (2022). Analisis Potensi Candi Plaosan Sebagai Sumber Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial SMP.
JIPSINDO. 3(1).
Febriandi, R., Susanta, A., & Wasidi. (2019). Validitas Lks Matematika Dengan Pendekatan Saintifik Berbasis Outdoor Pada
Materi Bangun Datar. 2(2), 148–158.
Ghazali, A. M. G. & Busro, B. (2024). Intizar.1412-1697. http://ejournal.stit-
alquraniyah.ac.id/index.php/jpia/article/view/79/64%0Ahttps://adisampublisher.org/index.php/edu/article/view/21/19.
Gunawan. (2023). Konsep Geometri Bangun Datar Pada Artefak Dan Relief Candi Plaosan. Jurnal Derivat: Jurnal Matematika
Dan Pendidikan Matematika, 10(3), 180–188. https://doi.org/10.31316/jderivat.v10i3.5544.
Hamadoun, A. R. (2015) Pengaruh Pemugaran Terhadap Nilai-Nilai Arsitektur dan Nilai- Nilai Arkeologi Bangunan Candi
Berbahan Batu. Universitas Gadjah Mada.
Handriyotopo. 2021. Plaosan Temple Ornaments As Iconography Metaphorical Hindu-Buddhist Ideology. Institut Seni Indonesia
Surakarta. Jurnal Harmonia. 22 (1). https://doi.org/10.15294/harmonia.v22i1.33358.
Istanto, Riza. (2018). Estetika Hindu Pada Perwujudan Ornamen Candi di Jawa. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni. Vol 16,
No.2 https://journal.uny.ac.id/index.php/imaji/article/view/22737/pdf.
Istari, T. M. R. (2015). Ragam Hias Candi-Candi di Jawa: Motif dan Maknanya. Yogyakarta. Kepel Press.
Luthfiah, V. 2019. Bentuk dan Fungsi Ragam Hias Bunga Melati pada Arsitektur Candi. Jurnal Waca Cipta Ruang. 5 (2).
DOI:10.34010/wcr.v5i2.2317.
Mulyadi, B. (2019). Perbandingan Taman Jepang dan Taman Jawa. KIRYOKU. 3(1), 8-16.
https://doi.org/10.14710/kiryoku.v3i1.8-16.
Nizam, A. (2013). Transformasi Bentuk dan Makna Ragam Hias Indonesia. IKKJ Publisher.
Pranowo, P. & Firdaus, W. (2020). The Use of Nonverbal Language in Yogyakarta Style Traditional Wedding Ceremonies: A
Symbolic Study of Ethnopragmatics. Ranah. 9(1), 35—55. doi: https://doi.org/10.26499/rnh/v9i1.2321.
Poesponegoro, M dan Nugroho, N. (2010). Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta: Balai Pustaka.
Rasyid, N. & Harun, H. (2004). Bumi Seribu Candi. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Sahruni, S. & Birsyada, M. I. (2021). Makna Akulturasi Hindu Buddha Pada Arsitektur Candi Plaosan. Historical Studies Journal.
No 4(1), 6.
Sedyawati, E. Hariani, S. Djafar, H. Maulana, R. Ramelan, W. D. S. & Ashari, C. (2013). Candi Indonesia (Seri Jawa). Jakarta:
Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dirjen Kebudayaan Kemdikbud.
Setiabudi, W., Paskarina, C., & Wibowo, H. (2022). Intoleransi Di Tengah Toleransi Kehidupan Beragama Generasi Muda Di
Indonesia. Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Sosiologi, 7(1), 51–64.
Soebroto, R. B. G. (2011). Kajian Estetika Yang Beda. 2(2), 14–27.
Tanudirjo, D. A. (2011). Membangun Pemahaman Multikulturalisme: Perspektif Arkeologi. Solo Makalah yang disampaikan
pada Workshop “Multikulturalisme dan Integrasi Bangsa dalam Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata” di Kusuma
Sahid Prince Hotel. Diakses pada 3 Agustus 2024.
Usman, A. R. (2023). Moderasi Beragama (Studi Terhadap Komunikasi Budaya Persia di Aceh). Aceh: Universitas Islam Negeri
Ar Raniry Banda Aceh.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Journal of Cyber Community Service

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



