Pengetahuan Mahasiswa Mengenai Isu Keamanan Sekuriti pada Pusat Data Nasional : Ransomware

Sebuah Studi Pra dan Pasca Webinar di Dua Perguruan Tinggi

Penulis

  • Latifah Iriani Universitas Siber Muhammadiyah
  • Rakhmat Prasetyo Agung
  • Joko Supriyanto
  • Andi Sugandi Universitas Siber Muhammadiyah
  • Muhammad Immawan Aulia Universitas Islam Mulia Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.64163/jochac.v3i1.73

Kata Kunci:

Pusat Data Nasional (PDN), Ransomware, Kesadaran Keamanan Siber

Abstrak

Pusat Data Nasional (PDN) memiliki peran penting dalam penyimpanan dan pengelolaan data pemerintah maupun publik, menjadikannya target strategis bagi ancaman keamanan siber seperti ransomware. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan mahasiswa terkait isu keamanan PDN, khususnya ancaman ransomware, sebelum dan sesudah mengikuti rangkaian webinar. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test dengan sampel mahasiswa dari Universitas Siber Muhammadiyah dan Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan mahasiswa setelah mengikuti webinar, yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, frekuensi penggunaan teknologi, dan partisipasi aktif dalam diskusi. Kesimpulannya, webinar series terbukti efektif dalam meningkatkan literasi keamanan siber mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendidikan keamanan siber ke dalam kurikulum, serta penyelenggaraan lebih banyak webinar untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu keamanan digital yang semakin kompleks.

Referensi

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). (2021). BSSN dorong pengembangan pusat data dalam negeri. ANTARA News.

Christmartha, M., Gultom, R. A. G., Aritonang, S., & Pertahanan, U. (2020). Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia Siber Nasional Guna Mendukung Pertahanan Negara the Policy Strategy of National Cybersecurity Human Resources Development To Support the National Defense (a Case Study At the National Cyber and Crypto Agency 2019). Jurnal Manajemen Pertahanan, 6(2), 85. https://www.cnnindonesia.com/teknol

Conti, M., Gangwal, A., & Ruj, S. (2018). On the economic significance of ransomware campaigns: A Bitcoin transactions perspective. Computers and Security, 79, 162–189. https://doi.org/10.1016/j.cose.2018.08.008

Düşmez, A. (2025). Cyber information security awareness of university students ( Central Anatolia region example ). 4(1), 126–137. https://doi.org/10.58583/EM.4.1.11

IMF. (2024). Chapter 3 Cyber Risk: A Growing Concern for Macrofinancial Stability. 3.

Kashef, R., Freunek, M., Schwartzentruber, J., Samavi, R., Bulgurcu, B., Khan, A., & Santos, M. (2023). Bridging the Bubbles: Connecting Academia and Industry in Cybersecurity Research. 2023 IEEE Secure Development Conference (SecDev), 207–213. https://doi.org/10.1109/SecDev56634.2023.00034

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2019). Apresiasi Siber Kreasi, Menkominfo Ingatkan Pentingnya Literasi Digital.

Nurul Fauziah Amri, Rosalyn Anwar, C., & Monoarfa, M. (2024). Analisis Literasi Digital Dalam Pembelajaran Mahasiswa Angkatan 2021 Prodi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 4(2), 16–25. https://doi.org/10.37304/jtekpend.v4i2.14404

Von Solms, R., & Van Niekerk, J. (2013). From information security to cyber security. Computers and Security, 38, 97–102. https://doi.org/10.1016/j.cose.2013.04.004

Diterbitkan

10-08-2025

Cara Mengutip

Iriani, L., Prasetyo Agung, R., Supriyanto, J., Sugandi, A., & Immawan Aulia, M. (2025). Pengetahuan Mahasiswa Mengenai Isu Keamanan Sekuriti pada Pusat Data Nasional : Ransomware: Sebuah Studi Pra dan Pasca Webinar di Dua Perguruan Tinggi. Journal of Cyber Health and Computer, 3(1), 1–5. https://doi.org/10.64163/jochac.v3i1.73